Menghasilkan Pupuk Organik Dgn Praktis & Biaya Murah

( semudah membuat tempe kedelai )

Telah ditemukan terobosan baru dalam pembuatan kompos/pupuk organik yang lebih sederhana, lebih murah dan hemat tenaga (bisa dibilang sebagai “Cara Ajaib“ dalam pembuatan kompos). Teknologi ini ditemukan oleh

Dr. Ir. Darmono Taniwiryono, MSc.( Kepala Balai penelitian Bioteknologi Perkebunan Indonesia ), dan telah dihadirkan oleh Bidang TPH Dispertanhut Purbalingga dalam acara “ Apresiasi Pembuatan Pupuk Organik Kab. Purbalingga “ tanggal  6 Desember 2007 di Aula Hotel Kencana yang digadiri oleh Wakil Bupati Purbalingga.

Pupuk organik ternyata  bisa dibuat dengan biaya murah, hanya sekitar Rp. 15.000,- per ton bahan baku yang mau dibuat kompos, tidak ada tambahan bahan/materi dan biaya lain selain untuk pembelian formula yang harganya hanya sekitar Rp. 15.000,- / kg untuk pembuatan 1 ton bokasi. Formula ini dinamai “PROMI” yang dihasilkan oleh Balai Penelitian Bioteknologi Perkebunan Indonesia. Bentuknya seperti bubuk atau butiran tanah, hanya saja formula ini mengandung mikroba unggul asli Indonesia dan mikroba tsb bisa  bertahan hidup sampai 1 (satu) tahun. Hebatnya kompos/pupuk organic yang dihasilkan dengan formula Promi kaya dengan dengan mikroba yang bias mempercepat tunbuh tanaman serta mengendalikan hama dan penyakit tanaman. Pengomposan dengan Promi lebih murah dan lebih praktis dari pada pengomposan dengan EM4, karena ada beban yang perlu ditanggung oelh petani bila membuat kompos dengan EM4 antara lain teknologi EM4 memerlukan bahan –bahan tambahan yang bisa membuat biaya pengomposan cukup tinggi dan membutuhkan tenagas lebih banyak serta tempat yang luas. Kalau pengomposan memakai promi punya kelebihan : tidak menggunakan bahan tambahan, hemat tempat (tinggi tumpukan hanya cukup 1,5 m ) ,biaya lebih murah dan lebih mudah/praktis ( semudah membuat tempe kedelai ).

Seiring dengan program percepatan penerapan pupuk organik di Purbalingga, sudah selayaknya teknologi pembuatan pupuk organik dengan formula PROMI ini perlu disosialisasikan, kqarena para petani bias membuat sendiri pupuk organic/kompos-nya dengan hanya membeli PROMI untuk 1 ton   bahan bakau pembuatan kompos, yang tentunya sangat lebih murah daripada parqa petani membeli pupuk organic di pasaran yang relative lebih mahal. Apalagi  tidak memerlukan tambahan bahan/materi seperti pada teknologi EM4 ( perlu tambahan dedak dan molase ), cukup dengan jerami di lahan-lahan-lahan  sawah  yang sangat berlimpah.

(Ir. Arief Khoiruddin. MSi, bersumber dari paparan Dr.Ir. Darmono pada acara “Apresiasi Pembuatan Pupuk Organik” tanggal 6 Desmber 2007 di Aula Hotel Kencana Purbalingga).

About these ads