TEMPE dan TAHU Penggempur Sirosis Hati

Kacang kedelai merupakan salah satu sumber protein nabati yang bermutu tinggi, mengandung protein sekitar 40% dan susunan asam amino lengkap, tetapi proses pengolahan mengurangi kandungan proteinnya. Kehilangan protein pada pembuatan tempe sekitar 18% dan pada pembuatan tahu sekitar 46,5%. Selain itu komposisi asam amino tempe dan tahu mengalami perubahan dibandingkan komposisi asam amino kedelai. Selain itu juga memiliki banyak kandungan Asam Amino Rantai Cabang (AARC) seperti Isoleusin, Leusin, Valin. Selain itu pada kacang-kacangan, AARC juga banyak ditemukan di beras, buah-buahan dan sayuran.

Pada dua dekade belakangan ini suplementasi nutrisi formula AARC digunakan oleh banyak praktisi klinik untuk membantu suplai protein pada pasien sirosis hati tanpa menyebabkan ensefalopati. Menurut berbagai studi pemberian nutrisi dengan formula AARC bermanfaat untuk pasien sirosis hati, mencegah resiko sirosis yang lebih berat, mengurangi tingkat keparahan penyakit, gejala anoreksia (tidak nafsu makan) berkurang, meningkatkan kadar albumin serum, meningkatkan status neurologis.

Seberapa banyak ???? Disarankan pemberian protein sebaiknya 1,0 g/kg BB/hari dalam bentuk AARC sebanyak 35 – 45 % untuk menjaga keseimbangan asam amino, atau dengan pemberian diet tempe 150 g (100 g tempe segar dan 25 g tepung tempe) per hari. Jika hal ini terasa sulit, Lecithin yang juga berasal dari olahan kacang kedelai, dapat berfungsi sebagai pelindung hati dan juga mengandung AARC yang sangat bermanfaat bagi penderita sirosis hati. Konsumsi secara rutin setiap hari sangat membantu mencegah dan membantu penyembuhan sirosis.

Oleh : Agung Puruhita (TS KESEHATAN)
Minggu,17 Mei 2009