METODA LEPAS DASAR BUDIDAYA RUMPUT LAUT

Metode budidaya yang dilakukan sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan rumput laut itu sendiri. Sampai saat ini telah dikembangkan 5 (lima) metode budidaya rumput laut. Metoda-metoda tersebut meliputi : metoda lepas dasar, metoda rakit apung, metode long line dan metode jalur dan metode keranjang (kantung). Metoda budidaya rumput laut yang telah direkomendasikan oleh Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya adalah : metoda lepas dasar, metoda apung (rakit), metode long line dan metode jalur. Namun di dalam penerapan keempat macam metoda tersebut harus disesuaikan dengan kondisi perairan di mana lokasi budidaya rumput laut akan dilaksanakan. Metode Lepas Dasar dilakukan pada dasar perairan yang berpasir atau berlumpur pasir untuk memudahkan penancapan patok/pacang. Namun hal ini akan sulit dilakukan bila dasar perairan terdiri dari batu karang. Penanaman dengan metode ini dilakukan dengan cara merentangkan tali ris yang telah berisi ikatan tanaman pada tali ris utama dan posisi tanaman budidaya berada sekitar 30 cm di atas dasar perairan (perkirakan pada saat surut terendah masih tetap terendam air). Patok terbuat dari kayu yang berdiameter sekitar 5 cm sepanjang 1 m dan runcing pada salah satu ujungnya. Jarak antara patok untuk merentangkan tali ris sekitar 2,5 m. Setiap patok yang berjajar dihubungkan dengan tali ris polyethylen (PE) berdiameter 8 mm. Jarak antara tali rentang sekitar 20 –25 cm. Dengan demikian untuk budidaya rumput laut dengan menggunakan metode lepas dasar berukuran (50 x 10) m2, dibutuhkan bahan-bahan sebagai berikut :  Patok kayu (kayu gelam) : panjang 1 m diameter 5 cm sebanyak 275 buahÆ  Tali ris :Æ Tali rentang : bahan PE berdiameter 4 mm sebanyak 6 kg Æ  Tali rafia : sejumlah 20Æbahan PE berdiameter 6 mm sebanyak 33 kg   Bibit seberat 50 – 100 gr per ikat sebanyak 500 –Ægulung besar, dan  1.000 kg. Produksi rumput laut yang diperoleh dengan metode lepas dasar ukuran 500 m2 untuk setiap musim tanam (mt) adalah sebesar 9.000 kg basah atau 1.125 kg kering (dengan konversi sekitar 8 : 1 ). Sebaiknya bibit dengan jumlah 1.000 kg dipisahkan penanganannya dengan umur lebih kurang 25 hari.

Penulis : Admin DJBP

Kamis, 04-06-2009