Training National Superfeed

Puji syukur alhamdulillah kami ucapkan, pada tanggal 19 April 2008 kami dari sentralternak mengikuti Training National Superfeed brill feed formulation di Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya Malang.

Acara training tersebut diikuti oleh sekitar 30 peserta yang terdiri dari peserta umum dan para mahasiswa. Oleh karena itu kami akan memberikan sedikit oleh-oleh dari apa yang telah kami peroleh dari training tersebut. Semoga kita dapat mengambil manfaat dan dapat memberikan manfaat bagi kita semua. Amien…

Materi atau makalah yang dibahas dalam acara training tersebut adalah subtitusi jagung dengan memanfaatkan teknologi pakan berbasis bahan pakan lokal dalam pakan unggas.

Pemateri memaparkan betapa arti pentingnya jagung bagi kehidupan manusia. Jagung tidak hanya sebagai bahan makanan manusia (food) dan bahan makanan ternak (feed) tetapi jagung ternyata berfungsi sebagai bahan bakar (fuel) penghasil etanol. Sehingga tak heran kalau harga jagung cenderung naik dan kadang tak karuan. Dari kelangkaan jagung dan mahalnya harga bahan baku yang satu ini maka dicarilah solusi bagaimana cara mengatasinya. Satu-satunya jalan adalah dengan mengganti (subtitusi) karena kalau diganti total dengan bahan yang lain jelas tidak mungkin. Sehingga perlu untuk mencari bahan pakan yang bisa digunakan untuk mengganti peran jagung dalam pakan unggas.

Kami akan mengangkat satu terobosan yang mungkin ini masih asing ditelinga kita. Yaitu penggunaan onggok dan kotoran ayam sebagai bahan pakan pensubtitusi jagung. Walaupun terbatas penggunaannya yaitu sebesar 10% tapi mungkin ini perlu dicoba. Itung-itung punya pengalaman bikin ‘tempe’ kotoran ayam dan ikut membantu mengurangi pencemaran lingkungan yang disebabkan kotoran ayam.

Cara pembuatan ‘tempe’ kotoran ayam adalah sebagai berikut :

1. Onggok (65%) dicampur dengan kotoran ayam (35%), sebaiknya kotoran ayam ini telah digiling terlebih dulu.

2.  Kedua bahan tersebut dicampur rata dengan ditambahkan air untuk kemudian dikukus

3.  Setelah dikukus didinginkan dan setelah dingin inokulasi dengan ragi tempe (0,6%) kemudian dikeringkan pada suhu 60ºC selama 24 jam

4. Dianjurkan bahan ini digiling terlebih dulu sebelum dicampurkan bahan pakan yang lain.

Selamat mencoba, semoga ini bisa menjadi wawasan dan pengetahuan baru bagi kita. Jaya dan bangkitlah peternakan Indonesia!*(SPt)

sumber : sentralternak.com