Untuk mengetahui kesuburan tanah selama ini selalu harus diuji di laboratorium. Bagi petani maupun petugas khususnya penyuluh terbentur dengan biaya bila harus ke laboratorium. Padahal mengetahui tingkat kesuburan tanah sangat penting.

Dengan adanya masalah tersebut kontak tani nelayan saat ini mengembangkan pembelajaran bagaimana untuk mengetahui tingkat kesuburan tanah dengan cara yang mudah dan praktis. Melalui P4S Buton Desa Glempang Kecamatan Pakuncen Kabupaten Banyumas, dengan pembina sekaligus kordinator P4S tersebut adalah Ketua KTNA Kabupaten Banyumas, T. Muthohar.

Muthohar dengan menggunakan alat yang sangat sederhana bisa mengetahui tingkat kesuburannya. Alat tes kesuburan tanah (ATKT) tersebut hanya terbuat dari lampu listrik (bohlam 60 watt) yang dirancang sedemikian rupa dan sangat sederhana rangkaiannya. Di samping bisa untuk mengetahui tingkat kesuburan, juga bisa untuk mengetahui kelengkapan kandungan hara yang ada di dalam tanah.

Caranya air dan tanah dicampur lalu diaduk atau dicairkan yang selanjutnya didiamkan supaya mengendap, setelah mengendap alat tes kesuburan tanah dihubungkan dengan listrik maka akan diketahui tingkat kesuburan tanah maupun kelengkapan unsur makro yang terkandung.

Apabila lampu listrik menyala lebih terang maka tingkat kesuburan tanahnya lebih tinggi namun bila lampu lebih redup maka tingkat kesuburannya lebih rendah dan apabila kandungan yang ada tidak lengkap unsur makronya maka lampu tidak nyala, misal hanya ada unsur nitrogen saja yang ada di dalam tanah yang dites maka lampu tersebut tidak akan menyala.

Muthohar selaku Ketua KTNA Kabupaten Banyumas merasa sangat yakin dan bisa dipertanggungjawabkan alat tes kesuburan tanah (ATKT) yang sangat sederhana ini karena sudah banyak dibuktikan oleh dirinya sendiri maupun para peserta magang di P4S Buton binaannya.

by Sinar Tani