Bekatul atau juga disebut Rice Brand, yang selama ini lebih dikenal sebagai pakan ternak, adalah bagian luar atau kulit ari dari beras yang merupakan hasil sampingan dari proses penggilingan padi, biasa berupa serbuk halus berwarna cream atau coklat muda. Beras yang kita makan sekarang ini sudah �terlalu bersih� padahal di dalamnya justru banyak mengandung vitamin dan nutrisi penting yang memiliki khasiat luar biasa.

Pada jaman dahulu (juga saat ini di beberapa daerah pedesaan) masyarakat mengkonsumsi nasi dari beras yang ditumbuk secara tradisional dengan menggunakan penumbuk padi berupa lesung dan antan atau alu, dimana cara ini membuat masih banyak bekatul menempel pada beras yang dihasilkan.

Seiring dengan perkembangan teknologi, dengan munculnya hueller atau penggilingan, sedikit demi sedikit kebiasaan menumbuk pada ditinggalkan. Mereka menggilingkan padi atau gabahnya ke tempat penggilingan karena proses pembersihan lebih cepat dan murah.

Semenjak mesin penggilingan menggantikan alu dan lesung penumbuk padi, bisa dipastikan tidak ada sama sekali bekatul yang tersisa atau menempel pada beras yang dihasilkan. Sehingga masyarakat pedesaan sama seperti masyarakat di perkotaan dimana mereka mengkonsumsi beras yang putih bersih dan bebas dari bekatul.

Kondisi fisik masyarakat pedesaan zaman dahulu dan sekarang tampak jauh berbeda. Zaman dahulu orang desa segar bugar, tahan banting dan jarang terkena penyakit. Kini banyak dari mereka menderita penyakit masyarakat kota, yakni penyakit degeneratif seperti diabetes, melitius, kolesterol, hipertensi, serangan jantung dan banyak lagi. Apakah ini disebabkan karena mereka tidak lagi mengkonsumsi bekatul yang seharusnya menempel pada beras sebagai sumber vitamin B15?

Vitamin B15 Sebagai Komponen Penting

Bekatul kaya akan vitamin B15 atau asam pangamik (pangamic acid). Berdasarkan struktur kimianya, vitamin B15 disebut juga dengan glucono-dimethylamino-acetic-acid.

Dibandingkan dengan beberapa jenis tanaman lain, bekatul yang berasal dari tanaman padi ini memiliki kandungan vitamin B15 paling tinggi. Hal ini terbukti dari percobaan yang dilakukan oleh dr. Muchsin Doewes dkk dari Departemen Farmakologi, Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret, Solo (1979). Dalam penelitiannya yang berjudul, � The Preventive Action of Rice Brand in Experimental Fatty Infiltration of the Liver, the Final Result of Study Shows that Rice Brand High Significantly Prevents Fatty Infiltration on the Liver�, sepintas menyatakan bahwa bekatul jauh lebih baik dari pada vitamin B15 sintetis. Hal ini disebabkan di dalam bekatul terdapat vitamin B15 dan zat-zat lain yang menghasilkan efek lebih baik dalam percobaan yang dilakukannya.

Secara umum bekatul menghandung protein, mineral, lemak yang termasuk asam lemak esensial, dietery fibres (serat pencernaan makanan), antioksidan, vitamin E (tocopherols-tocotrienols); serta vitamin B complex, yakni B1, B2, B3, B5, B6 dan B15. Jika dibandingkan dengan bahan makanan lainnya, bekatul memiliki kandungan B15 paling tinggi.

Cara Kerja dan Khasiat

Pengalaman dr. Liem dalam mengobati pasien-pasiennya selama 28 tahun menunjukan bahwa bekatul dapat membantu menyembuhkan penyakit-penyakit di bawah ini:

  1. Diabetes Melitius (kencing manis)
  2. Hypertensi (tekanan darah tinggi)
  3. Hypercholesterolaemi (kadar kolesterol tinggi)
  4. Arteriosclerosis (pengapuran pembuluh darah)
  5. Heart infarct (serangan jantung karena penyumbatan pembuluh darah)
  6. Coronair insufficiency (gangguan aliran pembuluh darah jantung)
  7. Asthma Bronchiale (bengek asma), penyakit asthma tidak akan kambuh kalau teratur makan bekatul (2×1 sdm munjung)
  8. Cirhosis Hepatis (memperbaiki fungsi hati)
  9. Rheumatic (encok)
  10. Libido (gairah sex) laki-laki yang menurun
  11. Gejala sering sakit kepala, sering pusing pada tekanan darah rendah
  12. Gejala “sering berdebar jantung” dan “extrasystole”
  13. Rasa pegal pada otot
  14. Mengatasi gangguan pada pencernaan
  15. Obstipasi (sembelit), susah buang air besar
  16. Peningkatan daya tahan fisik (ausdauer)
  17. Pencegahan kanker colon (usus besar)
  18. Basedov hyperthyroid (penyakit kelenjar gondok yang bekerja berlebihan)
  19. Penuaian dini
  20. Obesitas (kegemukan)

Cara Pemakaian

Dosis: 1sdm ( sendok makan ) munjung � 15 gram.

Untuk maintenance ( menjaga kesehatan ):

  • 2 x 1 sdm munjung atau 1 x 2 sdm munjung / hari

Untuk pengobatan:

  • 2 sdm munjung � 6 sdm mungung / hari. Dimulai dengan 2 x 1 sdm munjung, mungkin dosis ini sudah cukup, periksa hasilny sesudah makan bekatul 2 � 3 minggu. Kalau dengan dosis tersebut tidak memberikan hasil, tingkatan dosisnya menjadi 3 x 1 sdm munjung, 2 x 2 sdm munjung, atau 3 x 2 sdm munjung / hari.

Cara pemakaian:

  • Dicampur dengan air panas ( air termos ) 1 � 1,5 gelas. Tambahkan gula/madu, dapat juga dicampurkan dengan susu, atau gula jawa, dll
  • Untuk penderita diabetes gunakan gula obat atau tanpa apa-apa

Efek Samping:

  • Kadang � kadang diare pada permulaan pemakain bekatul, selanjutnya akan biasa lagi, kalau masih diare dosisnya dikurangi misalnya, pagi 1,5 sdm munjung, sore / malam 1,5 sdm munjung ( untuk penyesuaian).
  • Kadang � kadang memberi rasa mual bagi penderita maag, disarankan memakan bektul lebih encer dan jangan dimakan sekaligus (misalnya 1 sdm dicampur dengan 1 gelas air minum) atau memakannya dicampur agar � agar. Dengan cara ini sakti maagnya akan berkurang, bahkan sembuh.