AKTIVITAS ANTIMIKROBA EKSTRAK ETANOL, EKSTRAK AIR DAUN YANG DIPETIK DAN DAUN GUGUR POHON KETAPANG (TERMINALIA CATAPPA L.)

Telah diuji aktivitas antimikroba ekstrak etanol dan ekstrak air daun yang dipetik (daun hijau) dan daun gugur pohon ketapang ((Terminalia catappa L.) , Combretaceae) terhadap Escherichia coli, Staphylococcus aureus, Pseudomonas aeruginosa, Candida albicans, Trichophyton mentagrophytes, Pityrosporum ovale, Epidermophyton flocosum dan Microsporum gypseum. Ekstrak etanol dan ekstrak air daun gugur segar (daun gugur tanpa pengeringan) memberikan diameter hambat paling besar pada semua mikroba uji, dibandingkan dengan ekstrak daun ketapang lainnya. Konsentrasi hambat minimum dari ekstrak etanol dan ekstrak air daun ketapang terhadap Pseudomonas aeruginosa berturut-turut setara dengan 2 mg simplisia/mL dan 5 mg simplisia/mL, sedangkan terhadap Pityrosporum ovale berturut-turut setara dengan 2 &microg simplisia/mL dan 30 mg simplisia/mL. Ekstrak etanol (2 mg simplisia/mL) dan ekstrak air (5 mg simplisia/mL), masing-masing setara dengan potensi 2 g/mL tetrasiklin terhadap Pseudomonas aeruginosa. Ekstrak etanol (2 mg simplisia/mL) dan ekstrak air (30 mg simplisia /mL), masing-masing setara dengan potensi 4 &microg/mL ketokonazol terhadap Pityrosporum ovale.

ANTIMICROBIAL AKTIVITY ETHANOL EXTRACT AND WATER EXTRACT ……….. OF KETAPANG (TERMINALIA CATAPPA L.)

atappa L.) , Combretaceae) leaves against Escherichia coli, Staphylococcus aureus, Pseudomonas aeruginosa, Candida albicans, Trichophyton mentagrophytes, Pityrosporum ovale, Epidermophyton flocosum and Microsporum gypseum had been tested. The result showed that ethanol extract and water extract of fallen fresh leaves gave the largest inhibition diameter to all microbes. Minimum inhibition concentration of ethanol extract and water extract against Pseudomonas aeruginosa were equivalent to 2 mg crude drug / mL and 5 mg crude drug / mL, respectively, while against Pityrosporum ovale were equivalent to 2 &microg crude drug / mL and 30 mg crude drug / mL, respectively. Ethanol extract (2 mg crude drug/mL) and water extract (5 mg crude drug/mL) were equivalent to 2 g/mL tetracycline against Pseudomonas aeruginosa, respectively. Against Pityrosporum ovale, ethanol extract (2 mg crude drug/mL) and water extract (30 mg crude drug/mL) were equivalent to 4 &microg/mL ketoconazole, respectively

Asep Gana Suganda, Elin Yulinah Sukandar, Rudhy Suksmawan Hardhiko

School of Pharmacy Institut Teknologi Bandung

Acta Pharmaceutica Indonesia
ISSN 0216-616X
Vol. 29 (2004) No. 4 Hal. 129-133