Konsumsi jengkol berlebihan dapat menyebabkan keracunan. Gejala keracunan jengkol adalah nyeri pada perut dan kadang-kadang muntah, serangan kolik dan nyeri waktu buang air kecil, urin berdarah, pengeluaran urin sedikit dan terdapat titik-titik putih seperti tepung, bahkan urin tidak bisa keluar sama sekali.

Keluhan pada umumnya timbul dalam waktu 5-12 jam setelah memakan jengkol. Keluhan yang tercepat adalah 2 jam dan yang terlambat adalah 36 jam sesudah konsumsi biji jengkol. Hal itu terjadi karena kandungan asam jengkolat di dalamnya.

Asam jengkolat merupakan salah satu komponen yang terdapat pada biji jengkol. Kandungan asam jengkolat pada biji jengkol bervariasi, tergantung pada varietas dan umur biji jengkol.

Yang jelas, asam jengkolat dapat mengakibatkan gangguan kesehatan. Penyebabnya adalah terbentuknya kristal asam jengkolat yang akan dapat menyumbat saluran air seni. Jika kristal yang terbentuk semakin banyak, lama-kelamaan dapat menimbulkan gangguan pada saat mengeluarkan air seni. Bahkan, jika terbentuk infeksi, akan menimbulkan gangguan yang lebih parah.

Dalam jumlah tertentu, asam jengkolat dapat membentuk kristal. Kristal tersebut dapat menyumbat dan bahkan menimbulkan luka pada saluran kencing, sehingga kencing menjadi tersendat-sendat dan kadang-kadang menimbulkan pendarahan.

Jika keracunan jengkol, langkah pertama yang harus dilakukan adalah mengosumsi air putih yang banyak supaya kadar asam jengkolat lebih encer, sehingga lebih mudah dibuang melalui urin. Jika keracunan bersifat kronis, dapat diatasi dengan memberikan tablet natrium bikarbonat sebanyak 4×2 gram per hari, obat penghilang rasa nyeri, ataupun pemberian injeksi natrium bikarbonat oleh dokter.

Penanganan keracunan jengkol harus diantisipasi dengan segera karena jika keadaan semakin parah, dapat menyebabkan kematian.

Mengurangi Asam Jengkolat

Bila Anda penggemar fanatik jengkol, Anda tidak perlu khawatir terhadap dampak negatif dari asam jengkolat. Ada beberapa cara untuk menurunkan kadar asam jengkolat, antara lain dibuat jengkol sepi atau rebus jengkol dalam larutan yang mengandung abu gosok (bass).

Jengkol sepi adalah jengkol yang telah dikecambahkan, yaitu dibuat dengan cara memendam biji jengkol dalam tanah pada kedalaman sekitar 10 cm dan disiram dengan air setiap hari selama 14 hari, supaya berkecambah.

Pengolahan jengkol menjadi emping juga dapat menjadi pilihan. Emping jengkol sangat terkenal di Jawa Barat. Pada dasarnya prinsip pembuatannya sama dengan emping melinjo, yaitu daging buah dipipihkan di alas batu, kemudian diangkat dan dijemur hingga kering. Emping matang dibuat dengan cara menggorengnya dalam minyak panas.

Proses pemasakan ataupun perebusan dapat juga menjadi pilihan. Namun, proses pemanasan harus dilakukan secara sempurna, sehingga dapat mereduksi asam jengkolat secara signifikan. Biasanya proses perebusan berlangsung 6-7 jam sambil setiap kali dibuang buih-buihnya.

Meskipun belum memiliki bukti ilmiah, dalam proses pemasakan biji jengkol sebaiknya dibubuhkan daun melinjo. Konon, menurut resep pengobatan tradisional di beberapa daerah, daun melinjo sangat ampuh untuk menetralkan racun asam jengkol yang bersarang di tubuh. Biasanya jengkol dimasak untuk dibuat rendang maupun semur.

Konsumsi jengkol bukanlah sesuatu hal yang memalukan. Kandungan gizi yang tinggi merupakan salah satu potensi jengkol yang belum dimanfaatkan secara optimal. Meskipun demikian, konsumsi jengkol sebaiknya tidak berlebihan khususnya bagi mereka yang mengalami gangguan ginjal.

Aneka resep jengkol

Semur Jengkol (asal: Jawa Barat)
Bahan utama:
1/2 kg jengkol yang sudak tua. Bersihkan jengkol, rebus sampai empuk. Buang airnya. tiriskan, jengkol kemudian digeprek sampai gepeng tapi tidak hancur.
Setelah digeprek, bisa juga jengkol ditumis sampai matang atau agak kering, angkat dan tiriskan.

Bumbu-bumbu:
Haluskan:
5 siung bawang merah
3 siung bawang putih
2 butir kemiri
2 buah cabe merah bila suka pedas
3 cm jahe digeprek saja
3 cm laja/lengkuas digeprek saja
1 batang sereh digeprek saja
Santan dari 1/4 butir kelapa

Tumis bumbu halus dan bumbu geprek, sampai harum, masukan jengkol. Masukkan santan, tambahkan kecap, gula merah, garam, penyedap rasa, biarkan sampai air tinggal sedikit.

Goreang Jariang atau Jengkol (asal: Minang)

Bahan-bahan:
• 20 biji jengkol yang tua
• 15 cabai merah
• 8 bawang merah
• Sedikit terasi
• Garam dan minyak untuk menumis

Cara membuat:
Jengkol direbus dengan banyak air sampai kulit mengelupas. Tiriskan, lalu rebus lagi dengan dibubuhi sedikit garam. Angkat, tiriskan. Jengkol dikeprek sampai agak pecah-pecah, lalu goreng dengan minyak yang sedang panasnya. Cabai, bawang, terasi, dan garam digerus kasar. Tumis dengan minyak bekas menggoreng jengkol sampai matang, lalu masukkan jengkol goreng. Ratakan, lalu angkat.

Sambal Teri Jengkol / petai

Bahan-bahan:
1. Teri, jenis apa saja : 250 g atau secukupnya
2. Jengkol : 5 buah
3. atau Petai : 1 papan

Bumbu, haluskan:
5 buah cabai merah
8 butir    bawang merah
2 siung bawang putih
1 sdm    serai iris
1/4 sdt    terasi goreng
1 sdt    asam Jawa
1 sdt    gula pasir
1/2 sdt garam

Cara memasak:
– Petai diiris dengan kulitnya (kulit arinya) atau jengkol kulitnya dikupas dulu
– Panaskan minyak, tumis bumbu halus hingga harum dan matang. – Masukkan petai atau jengkol,   aduk dan masak hingga kental.
– Angkat dan siap disajikan