tanaman eceng gondok

Liburan akhir pekan kali ini saya menyusuri aliran Sungai Tarum Timur, sungai buatan yang debit airnya lumayan deras yang mampu mengairi sawah teknis seluas ribuan hektar, juga sebagai pemasok kebutuhan air PAM.

Start dimulai dari Jembatan di Desa Tamelang Kec. Kotabaru yang berbatasan dengan Kec. Tirtamulya dan finish di Desa Balonggandu, Kec. Jatisari. Sepanjang perjalanan menyusuri aliran sungai, tampak tanaman Eceng Gondok memenuhi permukaan air. Bahkan, sebagian menumpuk di pintu air. Ekspedisi kali ini tertuang menjadi tulisan ringan dengan harapan bisa bermanfaat bagi para pembaca.

Eceng Gondok yang bahasa latinnya bernama Eichornia Crassipes, merupakan gulma air yang sering bikin gondok para petani, karena tumbuh di sawah berebut unsur hara dengan tanaman budidaya (padi). Juga sering bikin kesel petugas ulu-ulu karena menjadi biang mampet saluran air dan pendangkalan. Akibat-akibat negatif yang ditimbulkan antara lain :

1. Tumbuhan Eceng Gondok yang sudah mati akan turun ke dasar perairan sehingga mempercepat terjadinya proses pendangkalan;

2. Menurunnya jumlah cahaya yang masuk kedalam perairan sehingga menyebabkan menurunnya tingkat kelarutan oksigen dalam air;

Asal Usul Eceng Gondok

Tanaman asal Brasil yang didatangkan Kebun Raya Bogor pada tahun 1894, dahulu merupakan tanaman hias yang digandrungi karena bunganya yang berwarna ungu sangat menarik sebagai penghias kolam seperti Teratai. Kini kehadiran Eceng Gondok malah bikin gondok seperti yang terjadi di Bendungan Walahar dan daerah aliran sungai (DAS) lainnya di wilayah Kab. Karawang. Gulma (tumbuhan pengganggu) ini sangat pesat berkembang-biak secara vegetatif hanya butuh waktu 2-4 hari.

Eceng Gondok yang pada mulanya hanya dikenal sebagai tanaman gulma air, karena pertumbuhannya yang begitu cepat sehingga menutupi permukaan air, dan menimbulkan dampak pada menurunnya produksi di sektor perikanan juga menimbulkan permasalahan lingkungan lainnya, seperti cepatnya penguapan perairan. Namun, dilain sisi Eceng Gondok juga memberikan nilai tambah yang cukup prospektif. Seperti yang dilakukan Bapak Sayadih (Baca KarIn : Sang Pengrajin Pupuk Ramah Lingkungan Dari Tepian Situ Gempol).

Manfaat Eceng Gondok

Menurut penelitian, Eceng Gondok kaya asam humat yang menghasilkan Senyawa Fitohara yang mampu mempercepat pertumbuhan akar tanaman. Selain itu Eceng Gondok juga mengandung Asam Sianida, Triterpenoid, Alkaloid, dan kaya Kalsium.

Seperti yang KarIn pernah ulas, upaya yang dilakukan Bapak Sayadih (67) dalam memanfaatkan Eceng Gondok menjadi pupuk organik patut mendapat dukungan dari Pemkab Karawang dan perlu disosialisasikan kepada masyarakat penghuni DAS, karena selain untuk menambah penghasilan mereka juga untuk mengurangi populasi Eceng Gondok di perairan.

KarIn sebagai media digital yang kerap memberitakan inspirasi warga seputar Karawang harus berperan aktif lagi agar menjadi Sinterklasnya masyarakat pedesaan dengan menggandeng pihak swasta yang punya minat terhadap pemberdayaan masyarakat desa.

Bagaimana mengangkat potensi Eceng Gondok dengan berbagai pemanfaatannya. Seperti yang dilakukan oleh masyarakat di Kab. Bantul Yogyakarta yang menyulap Eceng Gondok sebagai salah satu bahan baku untuk kerajinan tangan dengan dibuat sandal, tas, pigura dll, yang mempunyai nilai ekonomi cukup prospektif.

Sudah saatnya LSM yang bergerak dalam pemberdayaan masyarakat desa perlu menggalakkan usaha tersebut sebagai bagian dari perjuangan mereka untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat yang tinggal di bantaran kali (DAS) Kab. Karawang.

Pembuatan Pupuk Organik Eceng Gondok

Eceng Gondok tumbuh di kolam-kolam dangkal, tanah basah dan rawa, aliran air yang lambat, danau, tempat penampungan air dan sungai. Mengangkat Eceng Gondok tersebut secara langsung dari lingkungan perairan untuk dijadikan pupuk bisa dilakukan secara sederhana (konvensional) seperti yang dilakukan Bapak Sayadih. Namun, agar lebih cepat bisa dibantu dengan menambahkan decomposer yang banyak dijual di Toko Saprotan (Contoh Em-4 dll).

Eceng Gondok dicacah, campur 10% dedak halus tambahkan Em-4 kemudian tutup pakai terpal plastik selama 4 hari. Selanjutnya, suhu akan meningkat 50 derajat celcius yang menandakan proses fermentasi tengah berlangsung. Fermentasi selesai setelah suhu menurun hingga 30 derajat celcius.

Pemanfaatan Pupuk Eceng Gondok

Pembuatan Pupuk OrganikPemanfaatan pupuk organik Eceng Gondok untuk pemupukan beragan jenis sayuran seperti Bayam, Cabe, Tomat, Terong dan buah-buahan.

Semoga langkah Bapak Sayadih menginspirasi masyarakat yang tinggal di daerah aliran sungai sehingga akan lahir Sayadih-Sayadih lainnya yang peduli terhadap nilai estetika lingkungan perairan yang ada.

Karena sesungguhnya masih banyak lagi manfaat Eceng Gondok tersebut, misalnya sebagai bahan pembuatan kertas, perabotan, kerajinan tangan, sebagai media pertumbuhan bagi jamur merang, dsb.

Semoga kehadiran Eceng Gondok tidak membuat gondok banyak orang setelah mengetahui kegunaannya. Semoga!!

Oleh : Urip Slamet Riyadi
18th Jan, 2010 | Penulis: Redaksi KarIn
*) Warga Karawang Tinggal di Kec. Kotabaru