Eceng gondok atau Eichonia crassipes, tanaman hias asal Brazil yang kini sudah menjadi tanaman gulma itu ternyata dapat diolah menjadi pupuk organik. Sisa-sisa penggunaan pupuk kimia oleh para petani di areal persawahan dan perkebunanyang kemudian hanyut ke sungai dan ke danau, menjadikan pertumbuhan dan penyebaran eceng gondok sangat cepat, sehingga sulit ditangani.
Sifat eceng gondok yangsangat cepat pertumbuhannya itu, menarik sebagian orang untuk menelitinya, apakah eceng gondok bisa dijadikan media untuk mempercepat pertumbuhan tanaman lainnya?
Penelitian menunjukan bahwa tanaman eceng gondok banyak mengandung asam humat. Senyawa itu menghasilkan fitohormon yang mampu mempercepat pertumbuhan akar tanaman. Selain itu eceng gondok juga mengandung asam sianida, triterpenoid, alkaloid dan kaya kalsium.
Bagaimana cara pemanfaatan eceng gondok menjadi pupuk organik?
Secara sederhana, pembuatan pupuk organik berbahan eceng gondok adalah sebagai berikut :
  • Eceng gondok  dicincang atau digiling halus
  • Dicampur dengan dedak sebanyak 10%
  • Diberi campuran bakteri acetobacter untuk mempercepat dekomposisi. Bakteri acetobacter dicampur dengan molases dengan perbandingan 1:1 selama seminggu. Master bakteri itu siap digunakan setelah berbentuk kapang.
  • Campuran bahan tersebut disimpan tertutup selama +/- 4 hari. Bisa dalam bak atau wadah tertutup beralaskan plastik dan ditutup karung goni.
  • Kemudian akan terjadi peningkatan suhu campuran bahan tersebut menjadi +/- 50o celcius.
  • Dan kemudian proses pembuatan pupuk selesai jika suhu telah turun menjadi +/- 30o celcius.
Selamat mencoba.