Keterbatasan lahan bukan halangan bagi warga kota Surabaya untuk aktivitas tanam sayur. Dengan lahan yang ada, bibit sayur dapat tumbuh subur dan menghasilkan. Pemanfaatan lahan ini memang secara ekonomis belum besar, karena hasil panen baru dinikmati oleh keluarga sendiri dan dibagikan kepada tetangga. Namun memilih aktivitas ini di Surabaya, tentu memberikan kenikmatan dan pengalaman sendiri bagi warga kota, selain sebagai pendukung nutrisi keluarga.

Seperti dilakukan oleh warga Asempayung, kelurahan Gebang, Surabaya Timur yang telah memanfaatkan lahan di depan rumah mereka untuk ditanami berbagai jenis tanaman. Bibit yang diperoleh dari Dinas PKPPK (Perikanan, Kelautan, Peternakan, Pertanian, dan Kehutanan) Kota Surabaya tersebut tampak tertata rapi di atas sebuah got kecil dengan media tanah polybag.

Seperti disajikan dalam Gambar 1.1. tampak daun-daun tanaman labu mulai tumbuh segar. Tanaman ini dikelola keluarga secara mandiri. Menurut informasi dari warga sekitar bahwa kegiatan ini memang dinikmati dan dianggap sebagai hobi yang perlu keseriusan. Kesulitan yang dialami warga, khususnya untuk tanaman labu, adalah perlunya media tanam yang langsung dengan tanah. Pengalaman sebelumnya, tanaman labu hanya berdaun lebat tetapi tidak dapat berbuah dengan media tanam ukuran 100 x 45 x 25 cm. Sehingga warga menggantinya dengan tanaman lain.

Gambar 1.1. Tanaman Labu dan Jagung
Gambar 1.1. Tanaman Labu dan Jagung

Selain tanaman labu, warga juga menanam terong, jagung, rosela, melon dan lainnya. Warga optimis dengan media tanah polybag ini tanaman jagung dan terong dapat tumbuh dengan baik, seperti disajikan dalam Gambar 1.2.

Gambar 1.2. Tanaman Jagung dan Terong
Gambar 1.2. Tanaman Jagung dan Terong

Nampaknya aktivitas warga kota ini akan makin banyak kita jumpai di kelurahan dan kecamatan lain di Surabaya. Apalagi dengan adanya dukungan program urban farming oleh pemerintah kota. Aktivitas rumah tangga ini memang belum sebesar kegiatan urban farming di wilayah lain. Seperti kegiatan urban farming di Kelurahan Made, kecamatan Sambikerep, Surabaya, yang sudah nampak nilai ekonomisnya dan mampu menjadi salah satu ikon wisata urban farming di Surabaya. Namun tentunya menggerakan rumah tangga untuk mampu terus memanfaatkan lahan mereka yang terbatas dengan kegiatan pertanian di kota diharapkan akan memberikan dampak yang lebih baik di masa mendatang. (unung@enciety.com)

Enciety.com – 29/04/2010 16:31