torbangun

Bulung TORBANGUN

“Songon salongon Torbangun, isalong roh momburni”, Pepatah Simalungun yang mempunyai arti, Ibarat memetik daun Torbangun, semakin dipetik semakin subur. Merupakan Pepatah untuk mengibaratkan rahasia rezeki. Semakin sering kita bersedekah maka semakin bertambah saja sumber rezeki yang akan datang.

Dahulu hampir setiap pekarangan rumah Orang Simalungun selalu ditanam pohon Torbangun. pohon ini diyakini bisa menimbulkan aura positif terhadap rumah dan penghuninya serta mampu memancing datangnya rezeki.

Mungkin mitos tersebut tidak rasional untuk diyakini dewasa ini. Namun yang pasti Daun Torbangun bagi Orang Simalungun merupakan bahan obat yang selalu digunakan, saat anggota keluarga terserang penyakit tertentu.

Torbangun (Coleus amboinicus L) atau dengan sebutan lain Daun Bangun Bangun, Tan day la (Vietnam), Zuo shou xiang, Yin du bo he, Dao shou xiang (Cina), Kuuban oregano (Jepang), Country borage, Indian mint, atau Mexican mint adalah tanaman perdu mirip dengan pohon nilam, berbatang relatif lunak dengan tekstur daun yang tidak rata.

Rebusan daun Torbangun berkhasiat melancarkan keluarnya lender pada saluran pernafasan. Jika dijus dengan campuran madu, sangat cocok untuk menambah tenaga, sebagai expectorant., mengobati asma, batuk kronis, bronkitis, sakit perut, perut kembung dan rematik.

Uap dari gerusan daun Torbangun jika dihirup dan ditangas, mampu meringankan penderita penyakit saluran pernafasan dan mengeluaran racun tubuh. Gangguan pada telinga, biasanya juga digunakan daun Torbangun yang sudah menjadi bubuk dan dicampur air. Lalu teteskan ke liang telinga. Baik pula untuk ditapalkan pada kulit yang mengalami benturan, tapal empat kali sehari.

Orang Simalungun mempercayai tradisi, mengkonsumsi daun Torbangun selama 1 bulan setelah melahirkan bisa meningkatkan produksi air susu ibu. Kepercayaan dan tradisi ini telah berlangsung sejak ratusan tahun lalu dan hingga kini masih dipraktikkan.

Drh Rizal Damanik, M.Rep.Sc., PhD, staf pengajar Departemen Gizi Masyarakat Fakultas Ekologi Manusia Institut Pertanian Bogor, memperoleh penghargaan Internasional Molie Holman Medal 2005 dari Monash University, Melibourne Australia. Mollie Holman Medal merupakan penghargaan untuk kandidat program doctor di Monash University yang dinilai telah menghasilkan disertasi terbaik.

Judul disertasi Rizal Damanik, ‘ The Use of Coleus Amboinicus lorur as A Lactagogue among Lactating Women in Simalungun District, Nort Sumatra Province, Indonesia’. Disertasi yang pembimbingannya diketuai Prof Mark L. Wahqvist mengulas bukti ilmiah manfaat tradisi dan kepercayaan wanita Simalungun yang sedang menyusui dalam mengkonsumsi daun Torbangun (Coleus amboinicus Lour).

Penelitian yang dilakukan sejak tahun 2001 ini berlokasi di Kabupaten Simalungun. Penelitian ini merupakan penelitian daun Torbangun untuk kali pertama, yang dikerjakan secara komprehensif. Rizal Damanik juga meneliti manfaat daun Torbangun terhadap kesehatan dan pertumbuhan bayi yang ibunya mengkonsumsi daun Torbangun.

Pada tahun 2004, putra dari alm. H. Ahmad Damanik SH ini, juga meraih perhargaan John Legge Prize Australia 2004 for Reseach Excellence dari Monash Asia Institute, Monash University. Pada tahun yang sama, Pemkab. Simalungun menganugerahkan Rizal Damanik bersama Mark L. Whaqvist sebagai Warga Kehormatan Kabupaten Simalungun, atas dedikasi Rizal dan Mark yang telah meneliti, mengangkat dan mengekpos tradisi Partambaran Simalungun dalam forum internasional.

oleh: M Muhar Omtatok

*****

Mengonsumsi daun torbangun (coleus amboinicus lour) dapat membantu kaum ibu yang sedang hamil atau menyusui memproduksi air susu lebih banyak dan lebih berkualitas bagi bayinya.

Itulah hasil penelitian Dosen Departemen Gizi Masyarakat dan Fakultas Ekologi Manusia Institut Pertanian Bogor (IPB), Dr Rizal Damanik, yang mendapatkan penghargaan terbaik kedua dari Kementerian Pendidikan Nasional baru-baru ini.

“Alhamdulillah, saya berterima kasih atas penghargaan ini. Ini juga membuktikan bahwa tradisi mengkonsumsi daun torbangun memang bermanfaat,” kata Dr Rizal ketika dihubungi ANTARA, Jumat.

IPB dalam malam penganugerahan bagi kalangan perguruan tinggi yang digelar Kementerian Pendidikan Nasional di Jakarta, Kamis malam, mendapat enam penghargaan tingkat nasional dari tujuh kategori, termasuk diantaranya karya Rizal Damanik.

“Ini juga menjadi indikator dari kinerja di IPB pada seluruh bagian, bukan hanya pada kalangan pendidik dan mahasiswa, tapi juga bidang pendukung lainnya seperti keuangan dan administrasi,” kata Rektor IPB Prof Dr Herry Suhardiyanto.

Dr Rizal Damanik yang sudah cukup lama meneliti manfaat daun torbangun mengatakan, tumbuhan tersebut sudah terbukti secara ilmiah bermanfaat bagi ibu-ibu hamil dan menyusui untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas ASI.

Tahun 2003 ia sudah melakukan percobaan dengan membandingkan daun torbagun dengan moloco (yang mengandung bahan kimia dari extract plasenta sapi), dan fenugreek, yakni tanaman yang biasa dimanfaatkan orang Eropa untuk meningkatkan kualitas ASI.

Ternyata ASI dari kelompok ibu yang menggunakan daun torbangun itu yang terbaik. “Sayangnya baru masyarakat Batak yang banyak memanfaatkan daun torbangun itu,” katanya.Tradisi ibu-ibu dari suku Batak dalam mengkonsumsi daun ini perlu dicontoh sehingga lebih banyak masyarakat yang mendapatkan manfaatnya.Daun torbangun merupakan jenis tanaman yang bisa tumbuh dimana-mana, bukan hanya di wilayah Sumatera Utama. Daun torbangun juga ditanam di India dan Thailand. Namun tujuan penggunaannya berbeda-beda. Di India daun itu digunakan untuk bumbu kari, sedangkan di Thailand untuk obat bagi orang yang digigit ular.

http://www.antaranews.com/berita/1279252685/punya-masalah-asi-konsumsilah-daun-torbangun